Pemikiran Ekonomi Pra - Klasik


Pemikiran Ekonomi Pra- Klasik
Firly Oktaviani (1610851011)
Pemikiran ekonomi yang saat ini berkembang didunia tidak hanya muncul begitu saja. Pasti pemikiran ekonomi yang berkembang saat ini telah melalui berbagai tahapan yang cukup rumit, dengan berbagai macam pertentangan dan penolakan yang terjadi. Untuk itu pada saat ini, kita akan membahasa mengenai tahap awal dari terbentuknya pemikiran ekonmi politik yang berkembang saat ini. Tahap ini sering disebut dengan nama “ Pemikiran Ekonomi Pra – Klasik”, dimana tahap ini dimulai sejak tahun 347 SM. Pada tahap ini perkembangan dari pemikiran ekonomi dibagi menjadi empar tahap, yaitu :
1.      Yunani Kuno
Pada masa ini merupakan masa awal dari pemikiran ekonomi, dimana ini dapat dilihat dari munculnya berbagai macam filsafat – filsafat. Dimana masa ini dijadikan acuan bagi berbagai filsuf lainnya didunia untuk terus memperbaiki pemikiran mengenai ekonomi yang ada. Tokoh yang muncul dan terkenal pada masa ini ada tiga, yaitu : Plato, Aristoteles dan Xenophone.
Plato (427-347 SM), merupakan salah satu pelopor dari pemikiran ekonomi yang bekembang didunia saat ini. Dimana didalam pemikirannya, beliau menggambarkannya kedalam negara ideal yang dapat diartikan kedalam adanya keadilan dalam pembagian kerja yang sama rata antara semua lapisan masyarakat. Tujuan dari adanya pembagian kerja ini bertujuan untuk menghindari perilaku tamak dari manusia. Kemudian dalam pemikiran plato, beliau membagi masyarakat menjadi tiga lapisan pekerjaan, yaitu : pekerjaan sebagai pengatur, penkerjaan sebagai tentara dan sebagai pekerja.
Yang mana dalam pemikiran beliau, mengatakan bahwa dalam lapisan masyarakat tersebut, yang boleh untuk melakukan transaksi ekonomi dan mencari laba hanya dari lapisan pekerja saja. Sedangkan dari lapisan penguasa dan tentara hanya bertujgas untuk memikirkan pekerjaan mereka sendiri. Kemudian dalam pemikiran beliau ini menyatakan bahwa uang hanya berfungsi sebagai alat tukar, alat pengukur nilai dan penimbun kekayaan dan tidak boleh untuk diperanakkan (bunga).
Aristoteles (348-322 SM), merupakan salah satu murid dari Plato, dimana dalam pemikiran beliau masih berpatokan kepada pemikiran plato namun yang membedakan ialah adnaya pedalaman didalam pembahasan teori nilai dan harga. Selanjutnya didalam pemikiran beliau, ia menyatakan bahwa ilmu mengenai ekonomi harus dibahas secara tersendiri. Hal ini didasari kepada ilmu ekonomi merupakan ilmu yang membahas mengenai kepbutuhhan primer dari manusia, baik berupa kebutuhan maupun keinginan. Dengan kata lain tujuan yang ingin disampaikan oleh Aristoteles ialah kemamuan negara untuk mengatur kebutuha rumah tangga.
Xenophone (440-355 SM), merupakan salah satu pemikir yang berasal dari Yunani, dimana ia dikenal dengan pemberian istilah dalam ekonomi, yaitu oikos dan nomos. Dia mengatakan dan percaya bahwa Athena merupakan sebuah negara yang subur dan sesuai digunakan sebagai tempat berjalannya perekonomian. Selain itu ia juga mengatakan bahwa apabila kita ingin mewujudkan negara yang capable,  maka kita harus dapat melayani para turis yang datang ke Athena dengan baik, yang mana hal itu bertujuan untuk pemungutan pajak yang semakin banyak.

2.      Masa Skolastik
Pada masa ini pengaruh dari ajara gereja sangat kuat, yang mengakibatkan dalam bidang ekonomi pun harus berdasarkan kepada etika dan keadilan. Karena tujuan dari kaum skolastik ialah untuuk menjadi hamba Tuhann yag baik. Pada masa ini,kegiatan perekonomian termasuk sebuah kegiiatan yang cukup dihindari, karena tidak sesuai dengan ajaran gereja. Tokoh yang terkenal pada masa ini ialah St.Albertus Magnus, Thomas Aquinas.
St. Albertus Magnus (1206-1280), merupakan seorang filsuf yang berkebangsaan Jerman, dimana dia terkenal dengan pemikirannya yaitu “ harga yang adil dan pantas”. Maksudnya ialah apabila seseorang mematokkan harga yang lebih besar dari biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi barang tersebut, maka dianggap telah melanggar.
Thomas Aquinas (1225-1274), merupakan seorang filsuf yang berasal dari Italia. Dalam pemikiran beliau ia sangat menentang adanya bunga dalam transaksi perekonomian. Hal ini sama saja dengan membeli atau memliki sesuatu yang tidak seharusnya.

3.      Masa / Mahzab Merkantilisme
Masa ini mulai berkembang pada abad ke-17, dengan lebih memfokuskan kepada perdagangan. Dimana apabila suatu negara berkeinginan untuk meju, maka mereka harus melakukan perdagangan ke negara lain. Tokoh yang terkenal pada masa ini ialah Jean Bodin, Thomas Mun, Sir William Petty dan Jean Baptiis Calbert.
Jean Bodin (1530-1596), inti dari pemikiran beliau ialah apabila jumlah barang dari luar negeri semakin banyak maka akan terjadi kenaikan negara yang akan menguntungan negara tersebut. Karena masyarakat pada umumnya akan mengikuti tren  yang sedang berkembang pada saat itu.
Thomas Mun & Jean Baptis Calbert,  kedua pemikir ini memiliki pemikiran yang hampir sama, dimana mereka lebih menekankan kepada penigkatan ekspor dibandingkan impor. Hal ini bertujuan untuk menimbun kekayaan, serta dalam mewujudkan hal tersebut baik pengusaha maupun pemerintah harus bekerjasama agar hal itu dapat terwujud.
Sir William Petty (1623-1687), fokus dari pemikiran beliau ialah damal bidang sumber daya alam yang ada terutama tanah. Hal ini dikarenakan tanah merupakan tempat terjadinya kegiatan perekonomian.

4.      Mazhab Fisiokrasi
Pada masa ini mereka lebih berfokus kepada hubungan antara manusia dengan alam yang berlaku kapan saja. Tokoh yang terkenal pada masa ini ialah Fancis Quessnay.
            Francis Quessnay (1694-1774), ia mengibaratkan sistem ekonomi seperti kehidupan biologis manusia, dimana antara satu dengan yang lain saling berhubungan. Dalam pemikiran beliau, ia membedakan masyarakat menjadi 4 kelas yaitu, : masyarakat produktif, tuan tanah, masyarakat kelas steril (saudagar dan pengrajin) dan pekerja.

Referensi :
Nugroho, Bayu. “Sejarah Pemikiran Ekonomi Pra-Klasik.” Makalah Pemikiran Ekonomi , 2014: 6-17. https://www.academia.edu/9659194/Sejarah_Pemikiran_Ekonomi_Pra-Klasik
Buku Pemikiran Ekonomi, Delianov

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemikiran Neo Klasik