Ekonomi Politik Keynessian
EKONOMI POLITK KEYNESSIAN
Teori lahir untuk mengkritik teori
sebelumnya yaitu teori klasik dan neo-klasik, dimana keynesian mengkritik
mengenai penegelolaan pasar tanpa adanya campur tangan pemerintah. Hal ini
dikritik karena dianggap tidak efisien karena tidak dapat memanfaatkan produksi
yang ada didalam masyarakat. Atau dengan kata lain teori keynessian berangkat
dari regulasi padar sendiri (teori klasik) dan harga dan permintaan (teori
neo-klasik).
Para keynessian mengatakan bahwa harus
ada intervensi dari pemerintah atau negara didalam pasar, agar terjadinya
keksesuaian dalam pasar. Karena menurut mereka ketidakmampuan pasar dalam
mengatur diri mereka senddiri menyebabkan pengaangguran akan semakin
berkepanjangan dan terus bertambah.pemikiran mengenai hasil dari satu barangn
dan servis dipengaruhi oleh konsumsi, investasi dan hasil ekspor.
TRILLEMA
POLICY
Merupakan kebijakan yang dikembangkan
oleh Mundell-Fleming, dimana berisi tentang suatu negara hanya mampu untuk
memaksimalkan 2 dari 3 kebijakan. Kebijakannya yaitu : kurs mata uang stabil,
mobilitas aliran dana, dan independensi kebijakan moneter. Kebijakan tersebut
harus dipilih berdasarkan konteks ekonomi setiap negara.
Kurs mata uang stabil, merupakan sebuah
kebijakan yang bertujuan agar nilai mata unag suatu negara tidak mengalami
fluktuasi. Dimana kebijakan ini lebih cocok untuk diambil oleh negara
berkembang, karena sering mengalami goncangan pada ekonominya. Kebijakan ini
pernah diambil oleh Indonesia pada Krisi ekonomi tahun 1998.
Mobilitas aliran dana, merupakan
kebijakan yang bertujuan untuk membuka jalan bagi investor untuk menanamkan
sahamnya kepada suatu negara, dengan harapan perekonomian negara tersebut dapat
maju. Kebijakan ini pernah dianut oleh Tiongkok untuk menarik perhatian dari
investor luar negeri.
Independensi kebijakan moneter, merupakan
kebijakan yang bertujan untuk menjaga indikator ekonomi moneter, seperti
inflasi maupun suku bunga dari pengaruh bank sentral.
INFLASI
VS SUKU BUNGA
Hubungan antara keduanya ialah jika
terjadi inflasi disuatu negara (contoh Indonesia), maka Bank Indonesia akan
meningkatkan suku bunga dengan tujuan untuk meredam inflasi. Akibatknya akan
terasa bagi perusahaan terutama bagi yang memiliki hutang ke suatu bank, maka
beban mereka akan bertambah. Apabila beban mereka semakin bertambah, maka akan
mengurangi keuntungan dari perusahaan dan saham mereka akan semakin tertekan.
Komentar
Posting Komentar